Lewati ke konten utama
menu_classic_indonesia


Tangan Gemetar Ganggu Aktivitas Sehari-hari? Bisa Jadi Itu Neuropati


Anda sering merasa tangan gemetar? Jangan abaikan! Hal ini mungkin saja disebabkan karena neuropati. Apa sih neuropati itu? Neuropati merupakan sebuah istilah yang menggambarkan terjadinya gangguan pada saraf. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa karena cedera, penyakit diabetes, atau penyakit-penyakit tertentu lainnya.

Tentu saja dampak neuropati ini sangat mengganggu karena dapat mempengaruhi aktivitas Anda sehari-hari. Bahkan, jika sudah parah dan dibiarkan terus-menerus itu justru bisa berbahaya bagi kesehatan. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh dampak neuropati pada keseharian, mari kita ulas sedikit mengenai gejala neuropati.

Gejala-Gejala Neuropati: Sensorik, Motorik, dan Otonom


Pada dasarnya, neuropati ini memiliki gejala yang bervariasi. Ini bergantung pada area, jumlah, dan juga jenis saraf yang terganggu. Secara umum, gejala yang biasanya sangat umum muncul saat Anda mengalami neuropati adalah kebas, kesemutan, rasa panas, rasa seperti ditusuk-tusuk, selain itu juga mungkin Anda bisa mengalami gejala lain seperti tangan sering gemetar, nyeri, kram sampai susah buang air kecil. Jika melihat berdasarkan jenis sarafnya, maka gejala neuropati terbagi menjadi tiga: gejala sensorik, motorik, dan otonom.

Gejala sensorik


Gejala ini muncul pada saraf-saraf sensorik, khususnya yang berfungsi sebagai indra peraba. Gejalanya yang muncul, seperti:

1. Muncul rasa seperti terbakar pada area saraf yang terganggu
2. Kaki dan tangan mati rasa
3. Terasa seperti sedang menggunakan sarung tangan atau kaus kaki
4. Kemampuan koordinasi tubuh menjadi hilang
5. Sensor perasa mengalami perubahan, misalnya sentuhan yang seharusnya tidak menyebabkan nyeri menjadi nyeri
6. Kesemutan
7. Refleks tubuh menjadi hilang

Gejala motorik


Untuk gejala motorik, ini mempengaruhi saraf motorik yang memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan otot. Gejalanya meliputi:

1. Kram otot
2. Otot menjadi lemas dan gemetaran
3. Kendali pada otot menjadi hilang
4. Otot menjadi tegang
5. Hilangnya kemampuan untuk menggerakkan tubuh pada bagian tertentu
6. Otot berkedut

Gejala otonom


Gejala otonom akan mempengaruhi fungsi saraf otonom yang mengatur fungsi-fungsi tubuh. Anda bisa merasakan gejalanya seperti:

1. Terjadinya gangguan pencernaan
2. Muntah dan mual
3. Detak jantung dan tekanan darah menjadi tidak normal
4. Produksi keringat menurun atau meningkat
5. Saat berdiri terasa pusing bahkan pingsan
6. Penurunan berat badan
7. Terjadinya disfungsi seksual

Apa Dampak Neuropati pada Keseharian?


Salah satu dampak yang umum terjadi pada penderita neuropati yaitu terganggunya aktivitas sehari-hari. Hal ini bisa terjadi karena gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, salah satunya gejala tremor. Jika dampak ini sudah terasa dan dibiarkan secara terus-menerus, maka akan mengakibatkan terjadinya komplikasi. Masing-masing penyebab neuropati bisa memberikan komplikasi yang tidak sama.

Pada neuropati diabetik yang disebabkan karena penderita mengalami diabetes, komplikasi yang mungkin muncul jika tidak segera tertangani, di antaranya:

  • Penderita bisa mengalami mati rasa pada bagian yang mengalami neuropati
  • Terabaikannya luka diabetes pada kaki yang bisa menjadi borok dan menimbulkan kematian jaringan hingga perlu diamputasi
  • Terjadinya masalah pencernaan (gastroparesis, diare, atau konstipasi)
  • Mudah marah, lapar, sulit berkonsentrasi, gemetar, bahkan kesemutan
  • Terganggunya fungsi kelenjar keringat
  • Inkontinensia urine dan infeksi saluran kemih
  • Mudah terjatuh dan hilang keseimbangan
  • Kemampuan dalam merasakan pijakan kaki menjadi menurun
  • Pada bagian tertentu akan mengalami mati rasa, sehingga saat terjadi luka pada area itu, penderita bisa jadi tidak terasa
  • Otot menjadi lemah, sehingga tangan tremor
Lebih parahnya, pada neuropati yang terjadi karena sindrom Guillain-Barre, penderita bisa mengalami kelumpuhan permanen jika tidak segera periksa dan diterapi segera oleh dokter.

Kapan Sebaiknya Pergi ke Dokter?


Mengingat resiko yang timbul akibat neuropati ini bisa berbahaya terlebih jika sudah mengalami komplikasi, sebaiknya jangan tunda untuk segera periksakan ke dokter. Kapan sebaiknya Anda pergi ke dokter?

Sebaiknya segera pergi ke dokter jika Anda mulai mengalami gejala awal neuropati yang meliputi:

1. Hilangnya keseimbangan dan tubuh terasa lemah
2. Terdapat luka pada kaki yang tidak Anda sadari penyebabnya
3. Kesemutan, nyeri, dan kaki seperti mati rasa
4. Kulit terasa seperti tertusuk dalam waktu yang lama

Dengan terdiagnosis sedini mungkin, dampak yang muncul akibat neuropati dan komplikasinya dapat terminimalisir. Anda juga tidak perlu sampai sulit tidur karena neuropati. Selain itu, sebaiknya periksakan juga kesehatan Anda secara rutin jika Anda memiliki resiko terserang neuropati. Misal, Anda merupakan seorang penderita diabetes. Nantinya, pengobatan neuropati akan disesuaikan dengan penyebab dan gejalanya. Pada pasien neuropati dengan penyebab apapun bisa diberikan vitamin B kombinasi neurotropik untuk kesehatan saraf pasien.

Meski terlihat sepele, dampak neuropati ternyata cukup berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas keseharian Anda. Anda bisa saja hilang keseimbangan, mati rasa, hingga matinya jaringan karena luka yang terabaikan sehingga perlu amputasi. Agar Anda tidak lagi mengalami tangan gemetar dan beberapa dampak lain yang muncul, segera cari pertolongan medis jika sudah merasakan gejala neuropati. Anda juga bisa melakukan pengecekan rutin jika memiliki resiko terkena neuropati.

ARTIKEL YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA


    • Share On: