Siapa saja yang berisiko lebih tinggi terkena gangguan saraf?

Anda akan meninggalkan situs Neurobion Indonesia dan akan diarahkan ke website eksternal. Lanjutkan?

Daftar kondisi yang menyebabkan gangguan saraf

Siapa saja yang berisiko lebih tinggi terkena gangguan saraf?


Ada orang-orang yang lebih rentan mengalami gangguan saraf dan mengalami gejala kerusakan saraf seperti kesemutan, kebas atau sulit berjalan stabil.

 

Tidak semua orang-orang ini tahu risiko masalah saraf. Kurangnya informasi tentang saraf, seperti tidak memahami perbedaan kesehatan saraf dengan fungsi otak dan memori, sering terjadi dan membuat orang-orang ini semakin tidak menyadari risiko gangguan saraf .

 

Jika Anda termasuk dalam kategori orang-orang ini, hubungi dokter dan konsultasikan risiko gangguan saraf yang mungkin Anda miliki.

 

Orang-orang ini memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gangguan saraf.

 

Apa yang membuat orang-orang ini lebih berisiko mengalami gangguan saraf dan penyakit yang disebut kerusakan saraf tepi?

 

Ada beberapa kondisi yang membuat mereka rentan terkena gangguan saraf. Terkadang hanya ada satu penyebab, tapi pada sebagian besar kasus ada lebih dari satu penyebab.

 

Mari cari tahu penyebabnya:

Diabetes dan kerusakan saraf tepi
Mungkin Anda tidak mengetahui bahwa penyebab kerusakan saraf tepi yang paling umum adalah diabetes, sebanyak 50% pasien kerusakan saraf tepi mengidap diabetes. Salah satu alasan penderita diabetes lebih berisiko mengalami kerusakan saraf adalah karena diabetes sering dikaitkan dengan kadar gula darah yang tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf. Selain itu, penderita diabetes memiliki tingkat stres oksidatif yang tinggi dan hal ini dapat mempengaruhi saraf. Faktor lain yang membuat risiko kerusakan saraf pada penderita diabetes semakin tinggi adalah merokok, hipertensi dan berapa lama orang tersebut mengidap diabetes.
Lansia dan kerusakan saraf tepi
Kemampuan untuk menyerap kandungan vitamin memang menurun seiring bertambahnya usia. Ini mungkin salah satu alasan mengapa lansia lebih sering mengalami kekurangan vitamin B12, B6 dan B1. Karena penting, kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kerusakan saraf. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kerusakan saraf tepi lebih sering terjadi pada orang-orang berusia lanjut, alasannya ada banyak namun belum sepenuhnya dapat diketahui.

Perokok dan kerusakan saraf tepi

Apakah Anda seorang perokok? Berhati-hatilah. Merokok dapat membuat arteri Anda menyempit dan mengeras serta mengurangi aliran darah ke kaki. Perokok juga memiliki risiko kerusakan saraf yang tinggi.
Penyalahgunaan alkohol dan kerusakan saraf tepi
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan (penyalahgunaan alkohol) dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda, termasuk kesehatan saraf, karena alkohol memiliki efek beracun pada jaringan saraf Anda. Selain itu, penyalahgunaan alkohol secara terus menerus, biasanya menjadi penyebab seseorang kekurangan gizi dan kekurangan vitamin B12, B1 dan B6. Berlebihan mengonsumsi alkohol bisa menurunkan kadar vitamin neurotropik Anda. Alkoholik yang menderita neuropati dapat meringankan gejala yang dialami dan mencegah kerusakan saraf lebih lanjut dengan cara berhenti minum.

Orang yang kekurangan vitamin B

Kebiasaan tertentu dan malnutrisi dapat menyebabkan kekurangan vitamin esensial seperti vitamin neurotropik yang berperan penting dalam menjaga dan melindungi saraf Anda. Misalnya, Anda melakukan diet vegetarian yang saat ini dilakukan banyak orang, padahal vegeterian berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin B12 yang menjadi salah satu penyebab kerusakan saraf tepi.

Terlepas dari penyebabnya, semua orang disarankan untuk menghindari hal-hal yang berisiko merusak saraf jika memungkinkan.

Orang-orang lainnya yang berisiko mengalami gangguan saraf

 

Terkadang gejala gangguan saraf tetap muncul meski Anda sudah mengunjungi dokter dan melakukan pengecekan, penyebabnya mungkin tidak mudah terdeteksi. Apalagi jika tidak ada gejala spesifik yang kelihatan.

Kondisi ini lebih dikenal sebagai "kerusakan saraf tepi idiopatik", dimana "idiopatik" berarti "penyebab tidak diketahui". Kerusakan saraf tepi idiopatik sering terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun; dan jika kondisi ini terus berlanjut, maka kehidupan normal orang tersebut akan sangat terganggu.

 

Selain dapat terjadi pada orang-orang yang telah disebutkan di atas, ada juga kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf.

Mari kita lihat beberapa di antaranya:

 

 Penderita  gangguan ginjal, atau gagal ginjal yang sedang cuci darah;

 Mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme atau penyerapan nutrisi seperti metformin, penghambat pompa proton, kemoterapi atau pengobatan HIV / AIDS;

 Penderita penyakit gastrointestinal seperti anoreksia, diare, penyakit radang usus, infeksi heliobacter pylori, dan orang yang melakukan operasi bariatrik;

 Cedera atau trauma fisik, seperti kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh atau cedera karena olahraga.

Trauma lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan saraf tepi;

 Malnutrisi (orang dengan akses terbatas terhadap makanan atau orang dengan gizi tidak seimbang);

 Penyebab genetik (orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita neuropati)

 Terpapar racun dan bahan kimia, misalnya Arsen;

 

You can’t feel them and often you don’t mention them.

Specific symptoms that you would not notice and which can be related to nerve impairment 

You can’t feel them and often you don’t mention them.

Specific symptoms that you would not notice and which can be related to nerve impairment 

You can’t feel them and often you don’t mention them.

Specific symptoms that you would not notice and which can be related to nerve impairment 

You can’t feel them and often you don’t mention them.

ARTIKEL YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA
PRODUK NEUROBION®